Showing posts with label Catatan Harian. Show all posts
Showing posts with label Catatan Harian. Show all posts

Friday, January 30, 2009

Bertambahnya Kenangan Pahit di Angkot...

Hari ini merupakan hari ke-4 semenjak diberlakukannya turunnya tarif angkutan umum (bus, mikrolet, dsb) sebesar Rp 500,- pada 27 Januari lalu. Namun, rasanya kenikmatan ini tidak dapat dirasakan oleh seluruh pengguna jasa angkutan umum. Hanyalah orang-orang yang berani dapat merasakannya, termasuk saya...hehehe... Mengapa? Setidaknya, tarif angkutan umum yang saya naiki dari rumah saya - Terminal Kp. Melayu, para supir angkutan umum masih mengenakan tarif lama, yakni Rp 2500,- untuk trayek saya sendiri.

Pada hari pertama, ketika berangkat saya masih menggunakan tarif lama walaupun sebelumnya saya sudah mengetahui kabar penurunan tarif itu, tapi itu pun masih setengah percaya karena sumbernya gak jelas. Setiba di kampus, saya segera mengecek kembali kebenaran isu tersebut dan memang ternyata benar. Akhirnya, ketika pulang menuju rumah saya bertekad untuk membayar sesuai dengan kewajiban saya, yakni Rp 2000. Ketika akan membayar angkot, kebetulan sekali uang saya sepuluh ribuan. Pertama kali, saya berprasangka baik dahulu kepada supir angkot dengan mengasumsikan dia sudah mengetahui kabar tarif angkutan umum yang baru ini. Namun, ketika saya memberikan lembar sepuluh ribuan tersebut, dia hanya mengembalikan uang sebesar Rp 7500,-. Dalam hati saya bergumam, "Kurang gopek nih bang!!!". Lalu, langsung saja dengan lagak seperti preman (halah!!!) saya bilang ke abang tersebut, "Bang, kan udah turun gopek!!!". Beberapa kali saya ulang pernyataan tersebut karena abangnya sepertinya budeg terlihat dengan lagaknya dari kasat mata saya. Walhasil, dikasih juga deh koin Rp 500,- hak saya.

Pada hari kedua, saya masih ingin melihat apakah sudah ada perubahan atau tidak mengenai tarif angkutan umum di tengah masyarakat. Ketika berangkat, Alhamdulillah saya punya duit pas jadi langsung saja bayar Rp 2000 kepada abang supirnya. Tidak terdengar caci makian yang keluar dari abang supir tersebut kepada saya. Artinya, dia sendiri sudah mengetahui kabar penurunan tarif ini. Tapi, tetap saja yang lainnya pada bayar pakai tarif lama. Wah, gak jujur nih... Ketika pulangnya, saya gak ada duit pas dan mau gak mau harus siap beradu mulut lagi nih dengan abang supirnya. Eh, bener kan... lagi-lagi abang supirnya ngembaliinnya kurang gopek. Saya tegur lagi dengan kalimat yang sama seperti hari kemarin. Akhirnya, abang supirnya nyerah, dia ngasih koin gopekan ke saya seraya menggerutu,"baru juga kemarin dituruninnya...". Sebenarnya sih saya ingin balas lagi tuh, tapi gak sempet terlafazkan di lidah. Hanya di hati saja bergumam,"ketika BBM naik kemarin, sontak tarif angkutan umum dinaikkan juga pada hari juga, padahal belum dapat instruksi dari pihak Organda. Tapi sekarang, ketika tarifnya resmi diturunin, kok gak langsung ngikutin ya???"

Pada hari ketiga, saya gak kemana-mana jadi belum tau udah ada perubahan secara kultural gak di tengah-tengah masyarakat. Pada hari keempat, hari ini, saya juga belum bisa memastikan apakah sudah terjadi perubahan atau tidak. Karena pada hari ini, kebetulan uang saya recehan semua dan cukup untuk ongkos bolak-balik. Sampai kapankah kebohongan ini tetap berada di tengah-tengah masyarakat??? Supir angkotnya gak jujur, tapi kok kebanyakan masyarakat diam saja, tidak berusaha menegakkan kebenaran tersebut. Ya, setidaknya menuntut apa yang menjadi haknya seperti yang saya lakukan.

Sebenarnya, selain masalah tarif angkutan umum, yang sedang hangat-hangatnya di benak saya, masih ada masalah lain yang pernah jadi topik perdebatan saya ketika di angkutan umum, misalnya rokok. Tapi waktu itu, aktor utamanya bukan abang sopirnya melainkan seorang penumpang sedangkan abang supirnya cuma sebagai figuran.

baca selengkapnya...

Saturday, July 12, 2008

Karcis Suplisi di Kereta Ekonomi???

Waktu menunjukkan pukul sembilan malam, aku segera bergegas meninggalkan kampus bundar semata-mata untuk mengejar kedatangan kereta ekonomi terakhir. Tatkala aku masih menjelajahi Balhut, bel di stasiun UI berbunyi diiringi oleh suara petugas stasiun yang memberitahukan bahwa kereta ekonomi terakhir tujuan Manggarai segera tiba. Aku menoleh ke arah selatan, telah terpancar sebuah cahaya yang berasal dari lampu sorot kereta sedang bergerak menuju stasiun UI. Segera aku berpacu kaki dengan kereta ekonomi tersebut.

Tebak, siapakah yang menang? Sudah jelas sekali kendaraan beroda besi tersebut mengalahkanku. Namun, beruntunglah aku masih bisa menapakkan kakiku di dalam kereta tersebut, bahkan dapat menyandarkan diriku di atas pangkuan kursi kereta.

Tak lama kemudian, datanglah seorang pria tua yang mengenakan seragam kemeja biru muda dan celana panjang biru tua. Dia berjalan menghampiri setiap penumpang yang berada dalam gerbong kereta ini. Penumpang yang jujur (termasuk aku) pasti akan menunjukkan karcisnya kepada orang tersebut. Lalu, tibalah ia kepada seorang Ibu tua yang duduk tepat di sebelah kananku.

"Kricek...kricek...," sebuah tanda bahwa petugas karcis tersebut ingin memeriksa karcis penumpang yang sedang dihampirinya dengan memainkan alat pelubang karcis yang selalu dibawanya.

"Maaf, Pak. Tadi stasiunnya udah tutup... Jadi, gak bisa beli karcis...," terang Ibu tua tersebut dengan polosnya.

"Ya udah, Bu. Ibu harus bayar karcis suplisi," balas petugas tersebut sambil merogoh saku celananya.

Dikeluarkanlah dua gepok karcis suplisi yang sudah terlihat lusuh. Dari salah satu gepokan tersebut diambillah selembar karcis suplisi. Karcis suplisi ini ternyata lebih besar ukurannya daripada karcis biasa, malah hampir seukuran uang kertas. Karcis tersebut kemudian diserahkan kepada Ibu tua tadi, lalu Ibu itu membayarkan uang sejumlah harga karcis suplisi tersebut — lima ribu rupiah — setelah sebelumnya bertanya kepada petugas tadi berapa harga karcis suplisi.

Aku memerhatikan kejadian ini terus menerus, dengan harapan tidak ada momen satu detik pun yang terlewatkan. Sebab ini adalah sebuah kejadian yang sangat langka dan aku pun baru pertama kali menyaksikannya. Tidak ada rasa dongkol yang tersirat dalam muka Ibu tua tersebut, sedangkan petugas tersebut hanyalah tersenyum sambil menuliskan sebuah catatan karcis suplisi yang digunakan tadi.

Berlalulah petugas karcis tersebut ke orang lain. Aku terus memerhatikan petugas tersebut. Orang-orang yang dihampirinya ternyata tidak sejujur Ibu tua yang berada di sebelahku ini. Ada yang pura-pura tidur sehingga membuat petugas malas untuk membangunkannya. Ada yang ketika dihampiri hanya memberikan senyuman kepada petugas (Wow, hebat... Senyumannya itu bisa seharga karcis kereta ekonomi...). Ada pula yang merogoh saku celananya, lalu mengeluarkan selembar uang seribu rupiah kepada petugas tersebut. Tapi anehnya lagi, petugas tersebut menerima semua perlakuan orang-orang tersebut... Dimanakah keberanian dan kejujuran petugas tersebut yang ia berikan kepada Ibu tua yang berada di sebelahku??? Dalam hatiku menjawab, mungkin petugas tersebut hanyalah dapat berani dan jujur pada orang-orang yang jujur.

baca selengkapnya...

Saturday, April 5, 2008

Selamat Tinggal KFC!!!

Setelah mengalami kompetisi yang sangat sengit akhirnya KFC tidak masuk babak perempat final (Eiits, ketipu ya!!!). Yap, KFC dalam konteks ini adalah Kentucky Futsal Club bukan Kentucky Fried Chicken. Kemenangan sebanyak 5 kali ternyata belum cukup mengantarkan tim ini maju ke babak selanjutnya karena sebelumnya juga telah mengalami 5 kali kekalahan.

Pertandingan terakhir melawan Mourinho FC Morinho FC telah menghasilkan skor 3-2 atas tim lawan walaupun aku dan rekan satu tim sudah berusaha semaksimal mungkin. Sebenarnya KFC bisa memenangi pertandingan ini. Hanya saja, keberuntungan belum memihak kepadanya ketika 2 buah peluang untuk menjebol gawang Mourinho FC Morinho FC luput. Dan lebih parahnya lagi, salah satu atau keduanya karena kesalahanku :-D (lupa nih, maklum orang kan mudah untuk melupakan kesalahannya).

Namun dengan kegagalan ini, ada manfaat yang dapat kuambil ke depannya. Salah satunya, aku bisa fokus kembali ke kuliah, organisasi, dan blogku (Bohong banget nih!!!). Tak dapat dipungkiri bahwa KFC telah banyak menyita perhatianku (Wah, bohong++ !!!). Selain itu, waktu istirahatku di rumah bertambah karena jadwal hari Sabtu telah kosong (Ini baru bener..!!!).

Aku berterima kasih kepada dukungan lebih yang diberikan oleh Tim Begitu Memukau pada pertandingan terakhir ini. Semoga Begitu Memukau dapat menjuarai kejuaraan CS League ini :-D.

baca selengkapnya...

Friday, March 28, 2008

Tak Berjudul

Horeee... Akhirnya di-update lagi blognya!!!
Untaian kata-kata di atas bukanlah keluar dari lidah para pembaca setia dari blogku :-p, melainkan dari diriku pribadi. Jika dilihat-lihat, blogku telah mengalami kevakuman kembali setelah sebelumnya pernah juga terjadi pada blog ini, bahkan lebih parah lagi. Aku tidak dapat memungkiri bahwa aktivitas di dunia nyata, terutama dunia kampus telah menyita waktuku untuk berinteraksi dengan aktivitas ngeblog. Bahkan, bukan hanya aktivitas ngeblog saja yang mengalami penurunan, porsi waktuku berinteraksi dengan dunia maya pun berkurang, misal mengunduh.

Memang benar bahwa 22 sks itu merupakan suatu hal yang berat untuk dijalankan. Aku tidak tahu mengapa 22 sks semester ini lebih berat daripada 22 sks semester kemarin. Belum genap dua bulan berjalan, aku sudah mengalami kepeningan yang parah pada otakku. Tubuhku mulai tidak bergairah menyambut kuliah. Jari jemariku sudah terlalu kaku untuk menulis. Kok, bahasanya jadi puitis begini ya? Oke, fokus kembali. Jadi, yang pasti 22 sks semester ini lebih menantang daripada 22 sks semester kemarin.

"Blog adalah trend sesaat", hampir saja blog ini mengikuti perkataan Om Suryo tadi. Dan hampir saja blog ini juga menjadi pelopor bahwa perkataan Om Suryo yang tadi ada benarnya. Akhirnya, dengan tekad yang masih bulan sabit, kuisi kembali blog ini untuk membuktikan bahwa perkataan beliau tidak benar, minimal itu berlaku pada diriku (Halah! Belagu banget nih ngomongnya).

baca selengkapnya...

Tuesday, February 5, 2008

Ahhh, Tidaak!!! Rekorku Terpecahkan!!!

Dengan niat yang mantap, kumulai hari ini agar lebih baik dari yang kemarin. Aku berangkat dari rumah jam setengah tujuh pagi, lebih cepat sepuluh menit dari hari kemarin. Hal ini kulakukan semata-mata untuk mengejar keberangkatan kereta yang lebih pagi, jam 7.10 waktu stasiun Tebet. Rasa optimis bernaung di pikiranku untuk bisa sampai di tempat tujuan tepat waktu. Tidak ada gejala-gejala aneh yang timbul selama perjalanan menuju stasiun yang dapat mengganggu ketenangan jiwaku.

Namun, apa daya ketika sampai di stasiun Tebet. Aku melihat jarum panjang stasiun setempat menunjuk ke angka 3. Ahhh, telaaatt!!! Teriak batinku. Untungnya di sana aku dipertemukan dengan seorang sahabat SMA, Rizky aku memanggilnya. Dengan senyum, dia bertanya padaku, "Kuliah jam berapa, Dim?" Pertanyaan yang biasa terlontarkan kepada mahasiswa untuk basa-basi. "Jam delapan", jawabku dengan ekspresi muka sedikit gelisah. "Telat nih, kereta ekonomi berikutnya datang jam delapan kurang dikit", aku menambahkan jawaban sebelumnya.

Dia mengusulkan untuk naik kereta ekspress, tapi aku masih berkelit hati untuk tetap naik kereta ekonomi. "Kita tunggu sampai jam setengah delapan lebih dikit, kalau kereta ekonomi belum lewat juga baru beli tiket ekspress", tandasku dengan sedikit rasa optimis mengingat pengalaman kemarin telatnya dua puluh menit kedatangan kereta ekonomi dari jadwal biasa jam setengah delapan lebih sedikit.

Menit-menit berlalu dengan perbincangan antara aku dan Rizky diselingi dengan pertanyaanku tentang waktu saat itu. Akhirnya waktu sudah menunjukkan jam 7.34, tapi kereta ekonomi belum menunjukkan kedatangannya. Petugas stasiun masih belum memberitahu keberadaan kereta yang ditunggu-tunggu tersebut. Seorang sahabat ikut bergabung dalam perbincangan kami, Toyo biasa aku memanggilnya. Dia baru saja sampai ke stasiun dan sepertinya sedang terburu-buru. Setelah ditanyakan, ternyata benar dia harus sampai ke kampus jam setengah delapan pagi. Wah, ini lebih parah lagi!!!

Lima belas menit kemudian, kami memutuskan untuk membeli karcis ekspress. Rasa penyesalan timbul di dalam hatiku karena rekor tidak pernah naik kereta ekspress selama kuliah di UI-ku terhenti pada hari ini. Selang beberapa menit, kereta ekonomi datang lalu disusul kereta ekspress yang kami tunggu-tunggu di belakangnya dengan jeda waktu sekitar satu menit. Kereta ekspress yang kami tumpangi baru bisa membalap kereta ekonomi tadi di stasiun pasar minggu. Di sini, aku merasakan sedikit kesenangan batin karena membalap kereta ekonomi tadi yang ditunggu-tunggu. Jam 8.15 waktu stasiun UI, aku baru bisa menjejakkan kaki kembali. Langsung saja, aku bergegas menuju fasilkom secepat kakiku melangkah. Dalam perjalanan ini, aku merasa kesal sekali. Kekesalan yang timbul bukan hanya karena tidak berhasil mempertahankan rekor tidak pernah naik kereta ekspress selama kuliah di UI, tetapi juga keterlambatan masuk kuliah. walaupun sampai lima belas menit lebih dahulu daripada kereta ekonomi jika dibandingkan berdasarkan pengalaman kemarin, namun yang namanya telat adalah telat, tidak peduli berapa lama waktunya.

Namun, dengan kejadian ini aku menjadi lebih bersikap hati-hati lagi untuk menjaga rekor-rekorku yang lain selama menjalani studi di UI.

baca selengkapnya...

Thursday, January 3, 2008

Hibernasi Selama Satu Bulan

Wah, parah juga nih blog saya! :( Tidak ter-update selama 36 hari. Alasannya sih klasik, sibuk di dunia nyata baik dari yang penting sampai yang kurang penting seperti mempersiapkan + mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS), menyelesaikan tugas-tugas kuliah, sampai dengan mempersiapkan bahan untuk liburan alias download film (Ha...ha..ha...ha...ha). Padahal sih, ide-ide untuk mengisi blog ini sudah banyak sekali sampai-sampai ide-ide itu tumpah berceceran ke jalan-jalan karena sudah tidak dapt ditampung lagi :p

Sebelumnya, untuk menulis kembali di blog ini, saya harus mengalami gejolak batin yang sangat tinggi (cieeeee....). Saya sempat frustasi dengan blog ini, apakah dimatikan saja atau tidak. Akhirnya, datang juga juru penyelamat saya — Bung Toni — yang telah memberikan motivasi kepada saya untuk melanjutkan menulis di blog. Saya mohon maaf sekali terhadap pembaca atau komentator blog saya apabila selama ini tidak bisa membaca atau memberikan komentar pada blog saya (Uhuuk...uhuuk).

baca selengkapnya...

Wednesday, November 28, 2007

Terancam Gak Bisa Ngoding

Sore hari yang mendung, seorang lelaki kecil sedang mengalami kegelisahan, gelisah karena pada sore hari tersebut belum dimulai juga permainan bola futsal. Sempat terdengar sayup-sayup di telinga kabar bahwa permainan bola futsal tersebut dibatalkan disebabkan oleh teman-temannya sibuk mengerjakan tugas kuliah. Kekecewaan pun muncul dalam batin. Namun, kekecewaan tersebut akhirnya terobati sejam kemudian ketika seorang kawannya memberi tahu bahwa permainan bola futsal tetap ada walaupun dengan kondisi yang berbeda dari yang direncanakan.

(Ganti sudut pandang jadi orang pertama) Mengetahui hal tersebut, saya langsung bergegas menuju lokasi, yakni di lapangan parkir dekat Fasilkom. Namun, hadangan menyambut saya terlebih dahulu ketika keluar dari pintu Gedung A. Tiga orang maba 2007 menodong saya untuk mengisi tanda tangan di buku mereka masing-masing. Beberapa menit berlalu, akhirnya tiba juga waktunya bermain bola. Cukup ramai yang berpartisipasi. Permainan bola ini terasa tidak serius karena kondisi lapangan yang berkerikil sehingga yang terasakan oleh saya hanyalah kelucuan-kelucuan melihat banyaknya pemain yang terpeleset.

Sekitar 30 menit berlalu, sudah banyak anak Fasilkom yang berdatangan walaupun hanya sekedar menonton. Akhirnya akibat rasa ketidaksabaran, mereka langsung bergabung ke dalam permainan untuk memuaskan rasa gatal pada kakinya menendang bola. Kondisi permainan bola sudah tidak seimbang antara ukuran lapangan dan jumlah pemain. Permainan mulai berubah menjadi brutal. Pada saat itu, permainan bola saya pun juga ikut terpancing. Nah, pada saat itulah kejadian yang tak terduga menimpa saya. Saya terjatuh akibat beradu kaki dengan kawan saya sehingga menyebabkan sebagian kecil kulit pada jari tengah kanan saya terkelupas. Auuww, sakit!!! Hal ini cukup mengkhawatirkan bagi saya karena sebagai seorang mahasiswa Fasilkom, saya terancam untuk tidak bisa ngoding :D. Tidak bisa mengetik 10 jari di papan ketik.

Ketika menulis cerita ini pun, saya Auuww!!! harus hati-hati takut jari Auuww!!! tengah kanan saya menyentuh papan Auuww!!! ketik.

baca selengkapnya...

Saturday, November 17, 2007

Kemenangan Perdana...

Hari ini, saya membuat suatu perubahan pada tim Futsal saya, Kentucky FC, sebenarnya sih bukan saya saja melainkan rekan-rekan setimku juga ikut berpartisipasi. Mengapa? Karena hari ini, Kentucky FC akhirnya membuahkan sebuah kemenangan pada pertandingan CS League. "CS League itu apa sih?" Oh ya, saya lupa ngasih intro terlebih dahulu di awal postingan. Jadi begini, CS League adalah sejenis liga futsal yang pesertanya adalah warga Fakultas Ilmu Komputer UI, baik yang sudah lulus, mantan maupun yang sedang melanjutkan studi di Fasilkom.

Kembali ke awal, Kentucky FC berada di Group B, yang isinya itu sebagian besar dihuni oleh tim-tim hebat. Selama dua pertandingan terakhir, tim saya telah menengguk kekalahan yang pahit, yaitu 0-6 (Kentucky FC vs GJTC) dan 0-4(Kentucky FC vs 3309). GJTC dapat dibilang sebagai tim inti futsal angkatan 2005 + seorang angkatan 2002, sedangkan 3309 merupakan tim juara CS League tahun kemarin namun dengan sedikit perubahan pada pemain-pemainnya. Sedangkan hari ini, tim yang telah saya kalahkan dengan susah payah adalah Airborne, yang salah satu pemainnya adalah Smile yang terkenal dengan shooting-nya.

Kemenangan tipis ini (4-3) boleh jadi sebagai awal kebangkitan dari tim saya setelah mengalami keterpurukan posisi pada klasemen Group B. Dalam pertandingan ini, saya ikut menyarangkan bola di gawang lawan sebanyak dua buah, sedangkan sisanya adalah Hisma a.k.a Mamaz. Sebagian besar orang terheran-heran dengan kemenangan tim saya terutama tim-tim yang pernah mengalahkan tim ini. Bahkan, mereka malah mengira bahwa performance Airborne lagi jelek pada saat itu.

Namun, di atas semua itu, kemenangan tetaplah kemenangan. Kemenangan tidak dapat diukur dari kapabilitas dan kehebatan tim. Biarkan saja mereka meremehkan tim saya karena saya tahu bahwa itu akan memberi nilai lebih kepada tim saya. Mengapa? Dengan begitu, mereka tidak akan mengeluarkan strategi nomor satu dalam timnya, sehingga kami dapat menggunakan kesempatan itu untuk meraih kemenangan. Nah, itulah yang terjadi pada pertandingan ini. Sebagai tambahan, dengan kemenangan ini juga berarti saya telah menepati janji saya pada Ringo.

baca selengkapnya...

Saturday, November 10, 2007

Susah Login Ke Blogger.com

Inilah yang menyebabkan blog saya jarang diisi. Jangankan untuk login, membuka homepage-nya pun sering gagal. Saya sendiri masih belum tahu kenapa hal ini sering terjadi - apakah karena koneksi internet di lab Fasilkom yang lambat atau sebab hal yang lain - karena selama ini saya selalu ngenet dari lab Fasilkom, seperti saat menulis artikel ini. Namun, apabila koneksi internet di lab Fasilkom lambat itupun saya rasa mustahil..Hehehe... Dugaan sementara saya sampai saat ini, bahwa hal tersebut disebabkan oleh banyaknya warga Fasilkom yang mengakses situs Blogger.com, sedangkan jalur koneksi internet yang disediakan oleh pihak IT Fasilkom ke situs ini dibatasi. Sebenarnya bukan hanya Blogger.com saja, Yahoo!Mail pun juga susah untuk dimasuki sepanjang pengetahuan saya.

Pernah terpikirkan oleh saya untuk membuat domain dan hosting-an sendiri, namun saya masih ragu untuk memulainya sekarang ini. Mengapa? Saya punya beberapa alasan untuk hal itu, diantaranya:

  • Saya masih belum tahu akan difokuskan ke mana blog yang akan buat nantinya (seperti sekarang ini), apakah ke arah bidang IT, kisah harian, atau hal-hal lainnya.
  • Saya masih belum bisa buat website. Aneh, kan??? Saya sebagai mahasiswa dengan latar belakang IT masih belum bisa membuat website??? Tetapi, itulah kenyataannya. Teman-teman saya menganjurkan untuk membuatnya melalui tools-tools yang ada sekarang ini, seperti Joomla. Namun, saya masih enggan untuk melakukannya karena saya melihat masih ada kekurangan pada tools-tools tersebut (subjektif), seperti bentuknya masih terlihat kaku. Lagipula, tidak terdapat kepuasan jiwa yang timbul pada diri saya ketika website-nya sudah jadi.
  • Nah, yang terakhir ini merupakan yang paling mendasar yang membuat saya masih belum mau buat blog sendiri (gak numpang), yakni saya masih belum punya banyak materi yang ingin disampaikan. Alangkah mubazirnya apabila blog yang saya buat jarang diisi padahal saya sudah capek-capek buat domain dan bayar hosting-an.
Wah, kayaknya jadi kemana-mana ya, tidak sesuai dengan judul di atas, tapi gak pa pa deh.

baca selengkapnya...

Monday, September 10, 2007

Hanya Kurang Dari Satu Minggu !!!

FUKI, salah satu UKM Fasilkom UI yang bergerak dalam bidang kerohanian Islam telah menjalankan salah satu Program Kerja-nya pada tanggal 7-9 September 2007 lalu. Studi Islam Awal Kuliah Next Generation (SIWAK NG) adalah nama kegiatannya yang khusus dipersembahkan untuk mahasiswa baru muslim Fasilkom dengan tema "Satukan Hati, Optimalkan Potensi, Menjadi Muslim Sejati". Saya rasa cukup untuk pendahuluannya....

Hmm, dalam SIWAK NG ini saya mendapatkan amanah, yakni sebagai PJ Acara. Namun, amanah ini terasa sangat berat sekali karena saya baru bergerak sekitar H-2 minggu, yakni sebagian dari kami (baca:panitia) berinisiatif untuk membicarakan kegiatan ini. Namun, dalam rapat ini belumlah menghasilkan apa-apa karena di rapat tersebut hanya membicarakan tentang struktur kepanitian kegiatan SIWAK NG ini.

Sudah lebih dari satu minggu berlalu, tanpa ada progress yang jelas dari kegiatan ini, akhirnya kami ditegur oleh Bang Anjar (Ketua FUKI). Alhasil, kami bekerja keras selama kurang dari satu minggu karena usulan kami untuk mengundurkan waktu kegiatan ini ditolak. Tepatnya pada hari Selasa, saya langsung mengumpulkan para staf saya untuk membicarakan kegiatan ini. Cukup lama rapat ini berlangsung karena banyak sekali agenda-agenda yang dibahas. Setelah itu, hasil dari rapat ini seperti rundown acara, dsb. langsung direkap. Alhamdulillah, Arief telah membantu saya dalam perekapan ini.

Hari-hari selanjutnya pun berjalan sama, saya harus memastikan pengisi acara yang tadinya sudah saya delegasikan kepada para staf saya bahkan sang PO, Salman pun kebagian tugas. Banyak sekali kendala yang kami hadapi, seperti pengisi acara, tempat, publikasi, dsb.

Alhamdulillah, sekarang kegiatan ini sudah tertunaikan. Namun, saya masih belum puas atas hasil yang dicapai walaupun bisa dibilang kegiatan ini terbilang cukup sukses berdasarkan feedback dari para peserta. Namun, hal ini bukan berarti untuk mengingkari atas pertolongan yang diulurkan oleh Allah kepada kami. Selain itu, saya juga ingin berterima kasih juga kepada Ridho, Ringo, Berli, Indra, dll. yang telah bersama-sama menyukseskan kegiatan ini. Oh ya, LPJ telah menunggu kami...

baca selengkapnya...

Tuesday, August 21, 2007

Susahnya datang pagi-pagi

Pada hari ini, saya harus buru-buru datang ke Fasilkom pagi-pagi karena saya adalah salah satu panitia dari kegiatan PMB (Pembinaan Mahasiswa Baru), yakni PSAU. Panitia diwajibkan untuk datang ke lokasi sebelum jam 6.15 pagi dan jika telat akan dikenai denda. Namun, apa yang baru saya lakukan ketika jam 6.15 pagi? Saya baru aja nangkring di kamar mandi. Di benak saya sempat terbesit seandainya saya mempunyai kekuatan gerak kilat yang dimiliki Songoku, saya akan datang ke kampus untuk sekedar ngabsen lalu balik lagi untuk melanjutkan mandi.

Akhirnya saya berangkat juga dari rumah sekitar jam 7 pagi dengan perasaan pasrah untuk dikenai denda, lumayan Rp.500,- / 5 menit (klo gak salah). Di perjalanan pun, saya tidak lenggang saja untuk dapat sampai ke kampus. Inilah nasib anak kereta ekonomi, di Stasiun Pasar Minggu kereta yang saya tumpangi harus menenggak sebuah kepahitan karena harus berhenti beberapa menit lamanya untuk dibalap 3 kereta Express.

Jam 8.17 saya baru sampai di Stasiun UI dan langsung dengan segera berjalan kaki menuju Fasilkom. Di perjalanan, saya melihat Fakultas Psikologi dan FISIP sangat sepi sekali. Hampir tidak ada orang yang berkeliaran di sekitar daerah tersebut. Di Fasilkom, saya datang dengan muka tanpa ada rasa bersalah karena telat dan untunglah di sana sudah tidak ada petugas absensi. Saya berpikir mungkin sudah bubar karena waktu sudah jam 8.20 pagi.

Sampai saat ini, saya pun masih bertanya dalam hati apakah saya telah lolos dari denda atau tidak? Karena gak ada salah seorang pun yang menegur saya untuk membayar denda... Semoga saja mereka tidak menyadarinya... Hehehe...

baca selengkapnya...